Biaya Pembuatan Website 2026: Kisaran Harga dan Rinciannya

Kisaran harga jasa pembuatan website di Indonesia untuk landing page, company profile, toko online, dan web aplikasi custom, faktor yang menentukan harga, template versus desain custom, biaya tahunan, dan kenapa paket super murah sering berakhir mahal.

Dipublikasikan 8 menit baca
Dua orang merencanakan website di meja, dengan laptop yang menampilkan homepage, catatan, dan cangkir kopi

Coba minta penawaran website perusahaan ke lima jasa pembuatan website, hasilnya bisa mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp80 juta. Dua-duanya bisa saja jujur, karena yang ditawarkan memang beda barang. Yang satu menjual template yang diganti logonya. Yang lain menjual penulisan konten, desain sendiri, dan orang yang masih bisa dihubungi dua tahun kemudian. Tulisan ini membantu Anda membedakan keduanya. Kisaran harga di bawah adalah yang kami lihat di Indonesia tahun 2026 untuk pekerjaan agensi atau software house. Freelancer sering lebih murah, dan untuk pekerjaan tertentu itu tidak masalah.

Kisaran Harga per Jenis Website

Jenis website menentukan kisaran kasarnya. Di dalam kisaran itu, faktor-faktor di bagian berikutnya yang menentukan Anda ada di batas bawah atau batas atas. Angka di tabel belum termasuk biaya tahunan, yang kami bahas di bawah.

Jenis websiteCakupan umumBiaya indikatifDurasi
Landing pageSatu halaman panjang untuk produk atau kampanye, form kontak atau tombol WhatsApp, analytics dan pixel iklanRp3 juta sampai Rp15 juta1 sampai 3 minggu
Company profile5 sampai 15 halaman, template atau desain custom ringan, blog atau berita, form kontak, setup SEO dasarRp8 juta sampai Rp40 juta3 sampai 8 minggu
Toko onlineKatalog, keranjang, pembayaran Midtrans atau Xendit, API ongkir, admin pesanan dan stokRp20 juta sampai Rp100 juta1 sampai 3 bulan
Web aplikasi atau portal customLogin dengan beberapa role, alur kerja bisnis, laporan, integrasi ke sistem internalRp75 juta sampai Rp500 juta atau lebih3 sampai 9 bulan

Rentang harga toko online lebar karena WooCommerce dengan template yang bagus ada di batas bawah, sedangkan toko custom dengan harga khusus member, sinkron stok, dan checkout sendiri ada di batas atas. Web aplikasi dan portal pada dasarnya proyek software, dan cara menghitung biayanya sudah kami bahas di artikel tentang biaya pembuatan aplikasi custom.

Satu catatan jujur sebelum Anda keluar uang. Kalau produk Anda baru beberapa puluh dan pembelinya memang belanja di Shopee, Tokopedia, atau TikTok Shop, kemungkinan besar Anda belum butuh toko online sendiri. Toko di marketplace ditambah company profile sederhana yang menautkan ke sana jauh lebih murah, dan trafiknya sudah disediakan marketplace. Bangun toko sendiri kalau potongan marketplace mulai menggerus margin, atau kalau Anda ingin memegang data pelanggan dan repeat order sendiri.

Faktor yang Sebenarnya Menentukan Harga

  • Jumlah template halaman. Homepage, halaman layanan, artikel blog, dan halaman kontak itu empat template. Dua puluh halaman layanan dengan template yang sama menambah pekerjaan konten, bukan desain. Jadi yang dihitung template, bukan jumlah halaman.
  • Penulisan konten dan foto. Banyak penawaran menganggap teks dan gambar disediakan klien. Jasa copywriting biasanya dihitung per halaman atau per artikel dan harganya sangat bervariasi, sementara sesi foto setengah hari di kantor atau pabrik menambah beberapa juta rupiah. Konten dari klien yang telat adalah penyebab paling umum proyek website molor berminggu-minggu.
  • CMS. Supaya Anda bisa ganti banner homepage, menambah anggota tim, atau posting berita sendiri, kolom-kolom itu harus ada di admin. Sebagian besar kolom seperti itu sudah tersedia di WordPress sejak awal. Di website custom, setiap bagian yang bisa diedit berarti pekerjaan developer.
  • Integrasi. Form yang mengirim email itu sepele. Memasukkan leads ke HubSpot, sinkron produk dan stok dengan Accurate atau Jurnal, pembayaran lewat Midtrans, atau notifikasi pesanan via WhatsApp Business API masing-masing menambah beberapa hari, kadang beberapa minggu.
  • Multi bahasa. Bahasa Indonesia plus Inggris berarti konten dua kali lipat, URL terpisah, tombol ganti bahasa, dan tag hreflang. Siapkan tambahan effort sekitar 20 sampai 40 persen, belum termasuk biaya terjemahannya.

Pakai Template atau Desain Custom

Template WordPress premium dari marketplace seperti ThemeForest harganya sekitar USD 60 sekali beli, biasanya sudah termasuk support dari pembuatnya selama enam bulan. Agensi menyesuaikan warna, font, dan tata letak, lalu memasukkan konten Anda. Cepat dan murah. Kekurangannya, website Anda mirip dengan banyak website lain, dan Anda ikut mewarisi isi template-nya: page builder yang berat, tiga plugin slider, dan script di setiap halaman yang bikin lambat di HP.

Desain custom artinya desainer menggambar setiap template di Figma untuk desktop dan mobile, Anda review dan minta revisi, lalu developer membangun persis seperti itu. Biasanya ini menambah Rp10 juta sampai Rp40 juta dan dua sampai empat minggu. Hasilnya lebih ringan dan sesuai karakter brand. Pendapat kami, untuk kebanyakan company profile, template ringan dengan foto asli dan tulisan yang jelas lebih efektif daripada desain custom yang isinya foto stok dan kalimat umum. Desain custom layak dibayar kalau website adalah saluran penjualan utama Anda, atau kalau tampilan brand memang bagian dari yang Anda jual.

Biaya Rutin Setiap Tahun

Biaya pembuatan cuma sekali. Yang di bawah ini terus berjalan, dan penawaran "gratis domain dan hosting" biasanya cuma gratis di tahun pertama. Harganya beda-beda tiap penyedia, jadi anggap ini angka perkiraan.

  • Domain .com: sekitar Rp150 ribu sampai Rp250 ribu per tahun. Cek harga perpanjangannya, yang sering lebih mahal dari harga promo tahun pertama.
  • Domain .co.id: sekitar Rp250 ribu sampai Rp400 ribu per tahun. PANDI hanya memberikannya ke badan usaha yang terdaftar di Indonesia, jadi registrar akan meminta KTP penanggung jawab dan dokumen legalitas seperti akta pendirian atau NIB. Siapkan dari awal, jangan menunggu minggu peluncuran.
  • Hosting: sekitar Rp500 ribu sampai Rp2 juta per tahun untuk hosting company profile yang layak di penyedia lokal seperti IDCloudHost atau Rumahweb. Toko online yang trafiknya sudah ramai lebih cocok di VPS, mulai sekitar Rp150 ribu per bulan.
  • SSL: gratis lewat Let's Encrypt di hampir semua hosting. Kalau ada yang menagih SSL dasar per tahun untuk company profile, tanyakan alasannya.
  • Email: email bawaan hosting bisa dipakai, tapi lebih sering masuk spam. Google Workspace atau Microsoft 365 paket dasar kira-kira USD 6 sampai 8 per pengguna per bulan.
  • Lisensi dan maintenance: plugin premium seperti Elementor Pro atau WP Rocket diperpanjang tiap tahun, kira-kira USD 50 sampai 100 per plugin. Paket maintenance yang mencakup update, backup, monitoring uptime, dan edit kecil umumnya Rp500 ribu sampai Rp2 juta per bulan.

Kenapa Website Rp500 Ribu Akhirnya Jadi Mahal

Paket Rp500 ribu sampai Rp1 juta, sudah termasuk domain dan hosting, gampang ditemukan di Instagram dan marketplace. Sebagian penjualnya jujur. Tapi di harga segitu pasti ada yang dikorbankan, dan masalahnya selalu mirip saat website seperti ini sampai ke kami. Domain terdaftar di akun vendor, kadang malah atas nama vendor. Hosting-nya akun reseller yang tidak bisa Anda masuki. Paling jauh Anda diberi login editor, tidak pernah akses admin penuh atau file-nya.

Template-nya sering versi nulled, alias template premium bajakan yang diunduh gratis. Template seperti ini tidak bisa di-update dan kadang sudah disisipi backdoor. Backup tidak ada. Begitu vendor menghilang atau Anda berhenti memperpanjang, website mati. Kalau domainnya ikut lepas, semua backlink dan ranking Google yang sudah terkumpul ikut hilang, dan Anda membayar pembuatan website untuk kedua kalinya, kali ini dengan domain baru.

Website paling murah adalah website yang cukup dibuat sekali.

Cara Membandingkan Penawaran Jasa Website

  1. 1Samakan dulu scope-nya: jumlah template, siapa yang menulis konten, berapa kali revisi desain, dan bahasa apa saja.
  2. 2Cek apa saja yang dibundel, misalnya domain, hosting, dan email, untuk berapa tahun, dan berapa biaya perpanjangannya setelah itu.
  3. 3Tanyakan domain didaftarkan atas nama siapa, dan siapa yang memegang akun hosting, admin CMS penuh, dan source code. Minta jawabannya tertulis.
  4. 4Tanyakan template dan plugin apa yang dipakai, apakah berlisensi resmi, dan lisensinya terdaftar di akun siapa.
  5. 5Tanyakan masa garansi setelah website live, harga maintenance bulanan, dan apa yang Anda terima kalau berhenti berlangganan.
  6. 6Minta dua contoh website buatan mereka yang sudah live lebih dari setahun, lalu buka di HP Anda sendiri.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Minta Penawaran

Tulis tujuan website dalam satu atau dua kalimat. Mendapat calon klien lewat WhatsApp, terlihat kredibel saat ikut tender, rekrutmen karyawan, dan jualan online akan menghasilkan website yang berbeda. Setelah itu, buat daftar halaman yang Anda kira perlu, plus dua atau tiga website yang Anda suka beserta alasannya. Kalimat seperti "kami suka cara website ini menampilkan proyek lengkap dengan foto dan lokasinya" jauh lebih berguna bagi agensi daripada "yang modern dan elegan".

Jujur soal kesiapan konten. Apakah ada foto terbaru, logo dalam format vektor, dan orang yang bisa menulis atau menyetujui teks? Tentukan siapa yang akan meng-update website setelah live dan seberapa sering, karena jawabannya memengaruhi pilihan CMS. Catat sistem apa saja yang harus terhubung dengan website. Terakhir, sebutkan kisaran anggaran. Rasanya seperti membuka kartu, tapi dengan begitu vendor bisa mengusulkan yang pas, bukan menebak-nebak.

Saat menyusun penawaran website di Salamun Teknologi, kami merinci biayanya per template, konten, dan integrasi, mendaftarkan domain dan hosting atas nama klien, dan menyerahkan akses admin penuh saat website live. Kalau Anda sudah pegang penawaran dari vendor lain dan ingin pendapat kedua soal wajar tidaknya, kami bisa bantu membacanya.

Poin penting

  • Kisaran indikatif 2026: Rp3 sampai 15 juta untuk landing page, Rp8 sampai 40 juta untuk company profile, Rp20 sampai 100 juta untuk toko online, dan mulai Rp75 juta untuk web aplikasi.
  • Jumlah template, konten, CMS, integrasi, dan bahasa tambahan lebih menentukan harga daripada jumlah halaman.
  • Anggarkan biaya tahunan untuk domain, hosting, email, lisensi plugin, dan maintenance. SSL biasanya gratis.
  • Paket super murah sering menahan domain, hosting, dan akses admin di tangan vendor, sehingga Anda akhirnya membayar dua kali.
  • Bandingkan penawaran dengan scope yang sama, dan pastikan kepemilikan domain, akun, dan kode tertulis atas nama Anda.
Bagikan artikel ini

Artikel terkait

Artikel lain tentang software development, AI, cloud, dan infrastruktur.

Layar admin WordPress di halaman Add Plugins yang menampilkan deretan pluginPengembangan Web

8 menit baca

WordPress atau Website Custom: Mana yang Cocok untuk Bisnis Anda?

Perbandingan jujur WordPress dan website custom coding: arti custom yang sebenarnya, kapan WordPress pilihan yang tepat, kapan custom sepadan, urusan plugin dan maintenance, hosting dan kecepatan, headless WordPress, biaya tiga tahun, dan migrasi tanpa kehilangan SEO.

Tangan memegang HP yang menampilkan aplikasi keuangan, dengan desain aplikasi di monitor di belakangnyaPengembangan Web

9 menit baca

PWA Adalah Apa? Kapan PWA Cukup dan Kapan Perlu Aplikasi Native

Pengertian progressive web app, kelebihannya dibanding aplikasi di store, batasan nyata di iOS seperti push yang hanya jalan dari Home Screen di iOS 16.4 ke atas, Android dan Trusted Web Activity, kapan native atau Flutter lebih tepat, biaya, dan cara membangunnya.

Mari berdiskusi

Sedang mencari partner untuk pengembangan software?

Ceritakan proyek yang sedang Anda bangun, kebutuhan yang ingin diselesaikan, dan tantangan yang dihadapi. Kami dapat membantu membahas pendekatan teknis, scope, timeline, dan estimasi biaya.

Mulai diskusi